Joki 3 in 1 Jadi Eksekutif di Singapura

By Jakongsu
Cerita ini adalah sambungan dari cerita dengan judul “Joki 3 In 1 Dikeroyok 3 Bidadari” dan “Joki 3 in 1 Punya Apartemen Di Singapura” Namun bagi yang luput membaca cerita sebelum ini saya beri gambaran sedikit. Saya awalnya menjadi Joki 3 in 1, lalu berkenalan dengan Tante Mira. Secara kebetulan berkenalan pula dengan 2 temannya Tante Marry dan Tante Lina. Kami bebas melakukan hubungan sex. Aku akhirnya bekerja sebagai supir dan asisten pribadi Tante Mira.

Seperti dalam cerita yang lalu, aku rutin ke Singapura untuk memenuhi keinginan Felicia, seorang business woman yang sukses di negara Singa itu. Aku mondar-mandir Jakarta – Singapura seperti pengusaha, padahal hanya urusan selangkangan. Hampir setiap weekend aku berada di Negara pulau selama 3 hari. Felicia semakin sayang terhadapku, karena nafsu sexnya benar-benar bisa aku penuhi. Sementara itu di Jakarta Tante Mira masih tetap harus aku service, dan aku masih tetap serumah dengan beliau. Tante Marry dan Tante Lina tidak bisa setiap kali keinginannya bisa aku penuhi. Mereka mulanya kecewa, tetapi akhirnya maklum, karena aku sudah demikian sibuk mondar mandir.
Seseorang jika memiliki barang bagus pasti bangga. Itu jugalah yang terjadi pada Felicia. Dia terlihat sekali bangga dengan “memiliki” diriku. Tidak hanya keinginan sexnya yang bisa aku penuhi, tetapi aku siap mengikuti berbagai fantasi sexnya. Suaminya yang impoten memang tahu sepak terjang istrinya. Aku juga kemudian akrab dengan Mr Fredrik suaminya. Ia bukannya cemburu, tetapi malah berterima kasih kepadaku.
Di Singapura aku diberi peran pula oleh Felicia. Di kantornya aku diberi meja dan tugasku khusus sebagai sekretaris pribadinya. Memang tidak setiap hari aku harus ngantor, tetapi jika aku tiba di Singapura pada jam-jam kerja, aku langsung njujuk ke kantornya di wilayah Marina.
Mulanya aku tidak tahu apa yang harus dikerjakan, tetapi Felicia menuntun aku untuk mengerjakan dari hal-hal sederhana sampai akhirnya aku mampu membuat surat penawaran.
Aku tidak lagi dibayar setiap kali memuaskan Felicia, tetapi sudah seperti pegawainya yang digaji khusus. Mau tau gajiku, wah jangan lah nanti terkaget-kaget. Nantilah kuberi tahu.
Seperti yang kusebutkan tadi, jika orang memiliki barang bagus, pasti dia akan bangga. Itu jugalah yang terjadi pada Felicia. Aku sering diajak business meeting. Namun anehnya, jika meeting yang hadir umumnya cewek-cewek saja. Aku sebenarnya enggan dan minder lah berada di tengah-tengah pengusaha besar yang lagi berunding soal bisnis. Namun si Ci Felicia ini selalu memaksaku. Sampai-sampai acara meetingnya sering menyesuaikan dengan waktuku. Orang penting kali gua ?
Akhirnya ketahuan juga ujungnya, aku diumpankan untuk relasi bisnisnya seperti dulu Tante Mira mengumpan aku ke Felicia, sehingga deal bisnisnya senilai 100 juta dolar AS goal.
Bahasa Inggris Singapura yang beraksen Cina Melayu kadang-kadang membuatku geli. Dengan bahasa itulah Felicia berusaha meyakinkan aku untuk mau menservice relasinya. Kata dia relasinya yang juga cewek itu sudah sering melihat aku ketika mendampingi Ci Felicia meeting. Seberapa penting sehingga aku harus memuaskan relasinya itu. Itulah pertanyaanku ke Felicia. “ Oh penting sekali, dia akan membeli sebagian saham perusahaan saya,” kata Felicia.
Waktu rendezvous akhirnya ditetapkan pada Kamis siang. Felicia membuka kamar suite room di Mandarin Marina. Aku di suruh standby di dalam kamar suite dengan pemandangan ke laut. Kunci kartu kamarku dibawa Felicia turun. Sekitar 30 menit kemudian Felicia sudah muncul bersama seorang wanita yang juga keturunan China. Wajahnya cantik dan kelihatannya ada campuran bulenya. Umurnya sebaya Felicia. Aku berkenalan meskipun sebelumnya aku sudah mengenalnya. Dia menyebutkan namanya Bernadeth. Kami ngobrol bertiga di sofa. Aku terus terang agak kikuk juga menghadapi wanita secantik ini dan kaya pula. Namun itu tidak boleh terlihat. Sekitar 10 menit kemudian Felicia mohon diri lalu meninggalkan kami berdua.
Setelah menutup pintu aku mohon izin ke Bernie, demikian dia menyebutkan nama panggilannya, untuk membersihkan diri sebentar di kamar mandi. Semua bagian yang kira-kira menimbulkan bau tidak sedap aku bersihkan dengan sabun, lalu aku semprotkan pewangi segar. Aku keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono.
“ Maaf boleh saya bantu anda untuk membersihkan diri ke kamar mandi, “ kataku dalam bahasa Inggris yang sopan.
“ Oh yaa,” kata Bernie bangkit dari sofa.
Aku membawakan kimononya dan menggandeng memasuki kamar mandi. Dikamar mandi tanpa rasa canggung aku melepas blousenya, rok spannya, BH lalu celana dalamnya. Bodynya luar biasa putih dan bersih. Aromanya juga menggairahkan. Aku persilakan dia melepas hajat kecilnya di toilet. Terdengar suara berdesing sebentar. Dia lalu kutuntun memasuki bath tub. Air hangat segera aku siramkan ke bagian kemaluannya dan dengan sigap aku membersihkan lipatan kemaluannya sampai kebagian duburnya. Gerakan tanganku di bagian itu sudah memberikan reaksi bagi Bernie. Dia mendesah Ooohh…. Hanya bagian itu saja yang aku bersihkan selanjutnya kukeringkan seluruh badannya. Wanita kaya baunya selalu wangi. Mungkin karena modalnya cukup.
Aku mengenakan kimononya lalu Bernie kubimbing keluar dari kamar mandi. Aku membuka bed cover lalu membaringkan Bernie. Dia menurut saja seperti anak kecil yang baru dimandikan.
Aku menawarkan apakah dia mau aku pijat untuk menghilangkan kepenatan. “ Oh ya saya suka sekali itu,” katanya.
Bernie kuminta telungkup lalu aku melancarkan pijatan mulai dari kaki kiri dan kanan lalu ke punggung. Kesempatan memijat itulah aku gunakan untuk membuka kimononya perlahan-lahan. Sampai seluruh kimononya terlepas. Aku tidak lagi melancarkan pijatan, tetapi menciumi mulai dari tengkuknya terus turun kebawah dengan jilatan-jilatan halus sampai ke bongkahan putih bokongnya. Bagian belakang lututnya aku cium dan jilat membuat dia berteriak kegelian lalu badannya berbalik menjadi telentang. Kesempatan itu tidak aku sia-siakan dengan langsung mencium mulutnya. Aku membayangkan yang aku cium ini adalah kekasihku yang tersayang. Feeling seperti itu akan menuntunku melakukan gerakan lidah, sedotan yang memancarkan rasa kasih sayang. Bernie memelukku erat dan membalas ciumanku dengan ganas. Sekitar 15 menit kami bertautan di mulut lalu aku melepas dan menelusuri belakang telinga, leher lalu berlabuh di kedua putingnya yang menonjol agak besar dan berwarna merah muda.
Puting kedua susunya mungkin merupakan simpul kelemahannya sehingga setiap kali aku jilat dengan gerakan memutar Bernie mendesah-desah. Setengah jam aku mempermainkan remasan halus dan jilatan di kedua susunya lalu lidahku menelusuri perut lantas turun ke bagian selangkangan. Kedua kakinya langsung melebar, ketika merasa jilatanku mencapai bagian vital. Dia sepertinya sadar bahwa aku akan menjilati memeknya. Tapi aku tidak langsung ke sana. Aku menjilati seputar gundukan memeknya yang ditumbuhi bulu lebat dan cenderung agak lurus. Jembutnya aku gigit dengan menjepitkan kedua bibirku lalu aku tarik pelan-pelan. Lidahku menjilati seputar bibir memeknya yang menggelembung. Memek Berni tidak secantik orangnya. Bibir dalamnya kelihatan menggelambir keluar sehingga diantara lipatan memeknya terlihat sejumput daging yang merupakan kulit keriput menonjol keluar. Aku jilatin daging yang seperti jengger itu. Bernie merasakan kenikmatan sehingga kakinya seperti menendang-nendang.
Kedua tanganku menjewer kulit memeknya yang menggelambir itu dan membukanya. Terlihat clitorisnya sudah keluar dari sarangnya , Tonjolan kecil berwarna merah muda itu terlihat mengkilat karena terkena pelumas dari dalam memeknya. Pelumas itu demikian banyak sampai meleleh ke bagian bawah lipatan memeknya. Aku segera menyergap khusus bagian clitoris, menghisap, menjilat dan lidahku menari-nari. Bernie tak mampu memendam rasa nikmat sehingga dia meracau, mendesis dan pinggulnya bergerak-gerak. Belum pernah ada yang tahan lebih dari 5 menit dari jilatanku. Umumnya semua perempuan yang aku oral sudah mencapai orgasme dalam waktu kurang dari 5 menit. Bernie pun begitu dia menjerit lirih dan menarik kepalaku agar mulutku menekan seluruh permukaan memeknya yang berdenyut-denyut. Seluruh permukaan memeknya banjir, campuran antara cairan ludahku dengan pelumas yang dikeluarkan dari dalam vaginanya. Beberapa saat kemudian aku masukkan dua jari ke dalam memeknya dan aku melakukan gerakan untuk merangsang G Spotnya. Mulanya seperti dia tidak menikmati, tapi sekitar 2 menit dia mulai mendesis-desis lalu kemudian mencapai orgasmenya lagi. Menjelang orgasmenya kubuka belahan memeknya sehingga lubang kencingnya terlihat. Dari lubang kencing itulah muncrat berkali-kali cairan kental seperti sperma. Aku ulangi lagi sampai dia muncrat 3 kali. Semakin sering dia mencapai orgasme semakin mudah perempuan mencapai orgasme berikutnya dalam waktu singkat. Saat aku masukkan penisku ke dalam memeknya dia langsung merasakan nikmat dengan mengekspresikan teriakan lirihnya. Aku genjot dengan gerakan lembut dan ritme teratur. Aku berusaha menggerus G spotnya di dalam vagina dan menggelitik clitorisnya dengan usapan jembutku. Bernie cepat sekali mencapai orgasmenya kembali. Penisku serasa dipijat-pijat oleh sekujur dinding vaginanya. Aku terus menggenjot sampai dia akhirnya minta aku mengakhirinya. Bernie mendapat orgasme berkali, sampai aku lupa menghitungnya. Begitu aku lepas Bernie langsung tertidur pulas. Aku mengambil handuk basah yang hangat untuk membersihkan selangkangannya yang lengket oleh cairan setubuh. Setelah itu aku pun membersihkan diri. Aku tidur di dalam selimut di sampingnya. Bernie tidur nyenyak sekali sampai mendengkur halus.
Sementara itu aku tidak bisa tidur. Aku menyaksikan siaran TV. Bernie menyadari bahwa aku tidur di sebelahnya. Dia lalu memelukku bagaikan guling. Kepalanya kutarik sehingga berada di dadaku. Posisi seperti ini paling disukai wanita, karena dia merasa seolah-olah pria pasangannya melindunginya.
“Aku puas sekali, dan belum pernah aku melakukan hubungan sampai aku selelah ini. Terima kasih ya,” katanya.
“ Apakah masih menginginkan lagi,” tanyaku.
“ Ah tidak terima kasih, badan saya sudah lelah sekali rasanya, meskipun terasa lega. “Apakah lain kali kamu mau bersama saya lagi untuk waktu yang lebih lama, “ tanyanya.
“ Dengan senang hati,” kataku.
“Oh terima kasih”
Aku membimbing Bernie ke kamar mandi dan memandikannya sampai semua sisa cairan di tubuhnya bersih dan berubah menjadi bau segar. Bernie mengontak Felicia, dan tidak lama kemudian dia sudah muncul mengetuk pintu kamar.
Felicia mengantar Bernie turun dengan lift dan melepasnya di lobby. Sementara itu aku standby di kamar.
“Dia puas sekali dan berharap masih bisa bermain lagi dengan kamu, “ kata Felicia.
Dalam hati aku bertanya-tanya, kok Berni gak ngasih duit ya. Tapi pertanyaan itu aku pendam saja. Aku tidak berani menanyakan ke Felicia. Aku menghabiskan malam itu bersama Felicia mengayuh birahi kami.
Seminggu kemudian aku dipanggil Felicia masuk ke ruang kerjanya. Dia langsung memelukku. “ Sukses,” katanya.
Maksudnya, apa yang diinginkan oleh Felicia disetujui Bernie.
“Ini ada titipan dari Bernie,” kata Felicia sambil menyerahkan amplop tebal.
“ Bukalah,” kata Felicia.
Di dalam ada dua ikat uang dolar Singapura pecahan 50 dolar. “ Wah ini gaji sebulan di perusahaan Felicia,” batinku.
Sejak itu aku disodorkan ke relasi Felicia bahkan Bernie pun ikut menyodorkan aku ke relasinya. Ada mungkin 5 wanita kaya Singapura yang aku tunggangi, sehingga kini waktuku lebih banyak berada di kota Singa. Tante Mira, Tante Marry dan Tante Lina memerlukan datang ke Singapura untuk mendapat kepuasan dariku.
Aku akhirnya memperoleh permanent residence Singapura berkat sponsor Felicia dan juga Bernie. ***

Komentar

  • abdu  On 21 Agustus 2013 at 10:45 PM

    Seru cerita lo teman…kebetulan gw lg disingapore nih…asal gw dari aceh..lama dijakarta…kebetulan kapal gw lg nongkrong di marina bay nih…mungkin lo bisa bantu gw nih buat ngenalin ke tante2…call gw di 94672500

  • Dedicated  On 4 September 2013 at 10:13 AM

    Beruntung cooy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: